Home Blog Page 30

Gadis Asal Kendari Nyaris Diperkosa

0

Gadis asal Kendari berinisial RI, 20 tahun, nyaris menjadi korban pemerkosaan di Kota Makassar, Sulsel. Ia mendapatkan tindakan tak senonoh dipinggir jalan oleh pria yang baru dikenalnya melalui sosial media (sosmed) aplikasi chat Tantan.

Aksi percobaan pemerkosaan ini terjadi sekitar kantor PU Provinsi Sulsel, jalan Ap Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulsel, Minggu 8 September 2019, dini hari. Beruntung, RI yang berhasil kabur dan lari dari pelukan pria bejat itu berhasil ditemuka oleh Tim Penikam Polrestabes Makassar.

“Kami sedang patroli di wilayah jalan Ap Pettarani dan menemukan korban dalam keadaan seperti menggigil dan ketakutan dipinggir jalan,” kata Komandan Regu Penikam Polrestabes Makassar, Bripka Emir Sholihin.

Melihat korban dalam keadaan ketakutan dan trauma, sehingga Tim Penikam Polrestabes Makassar langsung mengevakuasi dan membawa gadis malang tersebut ke Mapolsek Rappocini untuk dilakukan pemeriksaan.

Menurut RI, bahwa dirinya kenal dengan pria itu melalui aplikasi chat “Tantan”. Dan setelah merasa akrab, pria tersebut mengajaknya keluar makan di Kota Makassar. Tapi ditengah jalan, ia mengalami tindak pelecehan seksual dengan diraba-raba. Karena RI melakukan perlawanan dengan memberontak sehingga, pria dikenalnya itu kabur.

“Kan selalu melalui aplikasi. Dia tidak sampai berlebihan kalau chat, tapi saat di jalan yang sepi ada niatan dan bahkan sampai pegang-pegang saya,” kata RI dihadapan petugas.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Iqbal Usman mengatakan RI merupakan gadis yang berasal dari Kota Kendari, Sulawesi Tenggara dan baru beberapa bulan indekos di Kabupaten Gowa. Korban ditipu oleh seorang pria yang dikenalinya melalui media sosial.

“Korban ini kenal dengan pria dan kemudian di jemput di kosnya lalu dibawa ke kota Makassar dengan maksud cari makanan. Tapi di tengah jalan, pelaku memberhentikan motornya lalu berusaha memperkosa korban di sudut jalan raya sekitar lokasi korban ditemukan,” tuturnya.

Iqbal menuturkan jika RI sekarang mengalami trauma atas peristiwa itu. Rencananya, penyidik akan melakukan pemeriksaan mendalam jika trauma RI sudah agak mendingan. Dan kasus ini juga sementara dalam penyeledikan.

“Pelaku masih lidik dan kita juga akan mintai keterangan korban jika rasa traumanya sudah agak hilang,” tutup dia. []

istri eks Dandim Kendari, Kolonel Hendi Suhendi, dilaporkan ke polisi

0

Irma Nasution, istri eks Dandim Kendari, Kolonel Hendi Suhendi, dilaporkan ke polisi. Irma Nasution dilaporkan karena posting-an nyinyir terkait penusukan Menko Polhukam Wiranto.

“Laporannya sudah kami terima Minggu kemarin,” kata Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt, Senin (14/10/2019).

Polisi masih mendalami laporan atas posting-an Irma Nasution. Belum ada keterangan soal rencana pemanggilan pihak terkait pelaporan.

“Sekarang laporan tersebut sedang dipelajari untuk dilakukan pendalaman,” tegasnya.
Irma Nasution menurut Harry dilaporkan anggota Denpom Kendari. “Yang membuat pengaduan M. Harlan Paryatman,” sebut Harry.

Sebelumnya pengacara Irma Nasution, Supriadi, menegaskan status nyinyir yang ditulis Irma Nasution, yang viral di media sosial bukan terkait penusukan Wiranto. Posting-an status itu tak menyebut nama Wiranto sama sekali.

“Kalau saya kan dari posting-an itu ada jawaban, ada komen lantas di-posting itu juga dijawab bahwa tidak ada niatan untuk menyinyir atau seperti apa dan ataukah memang tidak menjurus ke situ (Wiranto) ia semata-mata curhatan pribadi saja tapi tidak menuju kepada Pak wiranto,” terang Supriadi, Minggu (13/10).
KSAD Jenderal Andika Perkasa sebelumnya mendorong agar istri eks Dandim Kendari diproses di peradilan umum. Hal ini juga didorong dilakukan terhadap istri seorang prajurit di Detasemen Kavaleri Berkuda Bandung Sersan Dua Z, yaitu LZ. LZ juga mem-posting soal penusukan Wiranto.

“Kepada dua individu ini yang telah melakukan posting-an yang kami duga melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, maka akan kami dorong prosesnya ke peradilan umum karena memang status dua individu ini masuk dalam ranah peradilan umum,” ujar KSAD Jenderal Andika Perkasa di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10).

Sementara itu, setelah dicopot dari Dandim, Kolonel HS ditahan selama 14 hari. Kolonel HS dinyatakan melanggar perintah atasan terkait posting-an istri mengomentari penusukan Wiranto.

Kasat Lantas Polres Kendari Himbau Patuhi Peraturan Lalulintas

0

Untuk pengendara kendaraan bermotor maupun mobil sebaiknya selalu patuhi peraturan lalu lintas. Bahkan jangan lupa untuk melengkapi dokumen berkendara seperti  SIM dan STNK. Sebab mulai tanggal 23 oktober sampai 5 november 2019, polisi lalu lintas kembali mengadakan Operasi Zebra  Anoa 2019 demi meningkatkan ketertiban lalu lintas.

Operasi yang dilaksanakan selama 2 minggu  ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalulintas guna mewujudkan kamseltiblancar, juga untuk menurunkan angka laka lantas yang sering diawali dengan pelanggaran lalu lintas. Lokasinya pelaksanaan Operasi Zebra Anoa 2019 bersifak situasional , jamnya tidak menentu tersebut dirahasiakan serta disesuaikan dengan kegiatan Polres Kendari.

“Seminggu sebelum pelaksanaan Operasi Zebra Anoa 2017 Kami telah pasang spanduk berupa himbauan melalui media sosial maupun media elektronik dan penyuluhun ke element masyarakt sebagai bentuk preventif dan preemtif sebagai informasi lebih dini kepada masyarakat sehingga mereka tidak kaget dan bertanya-tanya tentang operasi tersebut.” ujar Kasat Lantas Polres Kendari AKP Adri Setyawn SIK.

Karena itu ia mengingatkan kepada pengendara untuk melengkapi identitas demi keamanan dalam berkendara. “Diharapkan kepada pengendara untuk melengkapi identitas pribadi, identitas kendaraan serta kelaikan jalan kendaraan itu sendiri,” jelasnya.