Pemerintah Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra), menata kawasan hutan mangrove untuk dijadikan ruang interaksi publik bagi warga.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendari, Agus Salim Safarullahmengatakan kawasan mangrove Kota Kendari akan berfungsi sebagai Green Belt atau sabuk hijau.

“Juga sebagai Taman Kreatif atau Kampung Hijau serta menjadi ruang interaksi publik,” kata Agus di Kendari, Senin (28/8).

Selain itu kata Agus, kawasan mangrove Kota Kendari tersebut dijadikan sebagai ruang terbuka hijau atau Green Open Space, yang dapat digunakan untuk Taman Inspirasi.

“Juga sebagai Taman Kreatif atau Kampung Hijau serta menjadi ruang interaksi publik, karena di dalamnya dilengkapi berbagai fasilitas baik untuk sarana olahraga jogging track, diving, mina-ekowisata,maupun edukasi sarana pembelajaran,” katanya.

Ia menyebutkan, terdapat empat titik lokasi kawasan mangrove yang layak dikembangkan menjadi arela interaksi publik dan area smart point.

“Empat titik tersebut adalah kawasan mangrove Pulau Bungkutoko Kendari, wilayah pesisir Teluk Kendari yaitu Kelurahan Korumba, Kelurahan Lahundape dan Kelurahan Purirano,” katanya.

Menurut dia, area smart point ini sejalan dengan Visi dan Misi Pemerintah Kota Kendari, untuk mewujudkan Program Smart Green City menuju Kota Layak Huni (Livable City).

“Area smart point merupakan suatu titik atau kawasan cerdas yang dilengkapi beberapa fasilitas melalui konsep pemberdayaan masyarakat dengan tetap mengutamakan konservasi perlindungan dan rehabilitasi ekosistem mangrove,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here